Tata ibadah minggu 26 April 2020



tata Ibadah
minggu misericordias domini
(Bumi Penuh Dengan Kasih Setia TUHAN)
26 April 2020
EP : Bilangan 14: 17-19
Huria kristen batak protestan (hkbp)
Distrik xxv jambi
Jl. Ir. Juanda lrg. Seminar Rt. 26 No.32
1


L : LITURGIST J : JEMAAT
01 Panggilan Beribadah
L : Diberkatilah orang yang datang dalam nama Tuhan untuk memuji dan
memuliakan namaNya, sebab bahwasanya untuk selama-lamanya Kasih
setiaNya. Arahkanlah hati dan pikiran kepada Tuhan, marilah kita
menikmati persekutuan ini dengan Allah yang setia yang telah
memelihara kehidupan kita, membawa kita sekalian sampai pada saat
ini. Mari kita saat teduh !
------------- Saat Teduh ------------
L : Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur ke dalam
pelataranNya dengan pujipujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah
namaNya. Nyanyikanlah dengan sukacita : “Somba Ma Jahowa”
02 Bernyanyi BE. No. 585: 1 “Somba Ma Jahowa”
Sombama Jahowa Debatanta, Amen Haleluya
Sigomgom langit tano on ro di isina, Amen Haleluya
Beta hita lao marsinggang tu joloNa, Amen Haleluya
Nasongkal jala na badia do Jahowa, Amen Haleluya
(Endehon Amen haleluya, endehon Amen haleluya) 4x
03 Votum - Introitus – Doa
L : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan
Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi. Amin.
Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan. Oleh karena firman Tuhan langit
telah dijadikan. Bersorak-sorailah hai orang- orang benar, dalam Tuhan;
sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Haleluya !
J : (Menyanyikan : Haleluya ... Haleluya ... Haleluya ...)
L : Marilah kita berdoa : Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga ! Engkau
telah memperkenalkan diriMu melalui FirmanMu, bahwa Engkau
mengasihi kami, yaitu dengan memberi pengampunan dosa kepada
kami. Perkenalkanlah DiriMu kepada kami, supaya kami mengenal
Engkau, dan kami melakukan kehendakMu dengan kuasa Roh Kudus.
Amin
04 Bernyanyi KJ. No. 406 : 1 “Ya Tuhan Bimbing Aku”
Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, Sehingga 'ku selalu bersamaMu.
Engganlah 'ku melangkah setapak pun,
Pabila Kau tak ada disampingku.
2


05 Hukum Taurat
L : Marilah kita mendengarkan Hukum Tuhan yang diambil dari Hukum
Taurat ke VII dan Maksudnya :
Jangan berjinah. Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada
Allah, sebab itu kita harus senantiasa hidup suci dan bersih dan bersikap
sopan dalam kata dan perbuatan. Orang yang telah berumahtangga
harus setia dan saling mencintai. Demikian hukum Tuhan.
Marilah kita bersama-sama memohon kekuatan kepada Tuhan untuk
melakukan hukumNya.
J : Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan
hukumMu. Amin
06 Marende BE. No. 174: 1 “Torop Dope Na Siat I”
Torop do pe na siat i di hasampuran rea
I pe hamu pardosa i sai olo ma porsea
Ai Debata manjou hamu tu hasonangan situtu
Hamu, hamu dijou Debatamu.
07 Pengakuan Dosa
L : Marilah kita merendahkan diri untuk mengaku dosa kita ! Kita berdoa :
Ya Tuhan Bapa yang Maha Kasih. Kami berkumpul bersama-sama
berdoa padaMu. Bukan karena kebenaran kami, melainkan hanyalah
karena belas kasihanMu yang besar. Kasihanilah dan ampunilah segala
dosa dan kesalahan kami. Bangunkanlah hati dan jiwa kami, supaya
kami dapat meninggalkan segala perbuatan kami yang jahat dan kami
beroleh hidup yang baru di dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin
------- Saat Teduh -------
L : Marilah kita mendengar janji Tuhan tentang pengampunan dosa kita :
Demikianlah Firman Tuhan : Aku telah menghapus segala dosa
pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin, dan segala
dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu, sebab Aku
telah menebus engkau ! Kemuliaan bagi Allah di tempat Mahatinggi !
J : Amin
08 Bernyanyi BE. No. 471: 2 “Hupillit Jesus Donganhi”
Arga ditobus tondingki, na mate do Ibana
Ngolungku hubaen upa nii, lao mangoloi hataNa
Di Ho ngolungku ro di ajalhu, Jesus di Ho au mate mangolu
Di Ho ngolungku ro di ajalhu, Jesus di Ho au mate mangolu
09 Epistel
3


L : Marilah kita mendengar Firman Tuhan yang ditetapkan untuk hari
minggu ini. Diambil dari Bilangan 14: 17-19, kita baca secara
responsoria.
Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya,
seperti yang Kaufirmankan:
J : TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah,
Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran,
L : Tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari
hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-
anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
J : Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran
kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari
Mesir sampai ke mari.
L : Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengar
Firman Allah serta memeliharanya. Amin
10 Bernyanyi BE. 219 : 1 “Ise Do Alealenta”
Ise do alealenta, na so olo muba i ?
Aleale nasumurung, i ma Tuhan Jesus i.
Ai torop pe aleale na dihasiangan on,
Saluhutna i mansadi molo mate daging on.
11 Pengakuan Iman
L : Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita,
sebagaimana teman- teman seiman di seluruh dunia.
Kita bersama- sama mengucapkannya:
J : Aku percaya kepada Allah Bapa ................... Amin
12 Warta Jemaat
13 Marende BE. No. 747: 4“Sai Hunangkohi Dolok i”
Naeng au marngolu na sintong dao sian ruhut tano on
HuriaMi naung monang i managam au disurgo i.
Sai togutogu au Tuhan baen lam solhot tu lambungMi
Tu ingananMu na tongam sai lam patongtong langkangki
14 Khotbah : Roma 3 : 1-8
Tuhan Allah tetap Setia di dalam KasihNya
1. Terpujilah Tuhan Allah atas Kasih setiaNya, memberikan kita nafas
kehidupan, dan menuntun kita dengan Roh Kudus, sehingga kita dapat
menyatukan pikiran dan hati kita, untuk melaksanakan kebaktian minggu
di rumah kita masing-masing. Tentu kita semua sudah mengetahui
sebabnya, dan tujuannya, kita harus berkebaktian minggu di rumah.
4


Dengan tuntunan Roh Kudus, kita di kebaktian minggu ini, akan disapa
oleh Firman Tuhan, dengan Thema ; Tuhan Allah tetap Setia di dalam
KasihNya.
2. Untuk mempermudah pemahaman kita terhadap isi khotbah ini, ada
baiknya, kita lebih dahulu, mengenal lebih dalam; Siapakah Rasul Paulus,
dari mana perjalanan hidupnya (pengalaman hidup rasul Paulus),
bagaimana pengalaman teologia rasul Paulus, dan mengapa rasul
Paulus bertanya dan memberi jawaban di nats ini, serta untuk apa rasul
Paulus bertanya dan memberikan jawaban.
3. Bapa / ibu saudara/i Dengan pemahaman teologia dan Filsafat yang
berkembang bagi Rasul Paulus, ia memuliakan Allah melalui
penjelasannya di dalam nats khotbah ini :
Di satu sisi, Paulus dapat membuat pertanyaan-pertanyaan dan jawaban
-jawaban yang pasti sebagaimana tertera di dalam nats ini. Paulus
mengkritisi dan mempertanyakan bangsa Yahudi yang pertama sekali
menjadi pilihan Allah dan yang bersunat. Di sisi lain, Rasul Paulus
menghargai orang Kristen non Yahudi ( yaitu orang –orang Yunani yang
menganut gnostisisme, yang mengkultuskan ilmu pengetahuan; namun
telah bersunat di dalam iman kepada Yesus Kristus). Sebagai umat
Tuhan yang berlatarbelakang gnostisisme, dan berpegang kepada
filsafat kepastian; orang Yunani berpegang kepada sunat iman kepada
Yesus Kristus. Mereka tidak lagi beribadah kepada ilah-ilah lain,
melainkan sudah terikat kepada Allah di dalam Yesus Kritus. Orang
Kristen non Yahudi; menerima pesan-pesan hukum Taurat untuk
dilaksanakan atau diteladani. Dengan demikian, orang Kristen Yunani
turut memuliakan Allah di dalam Yesus Kristus. HAD….., jadi apostel
Paulus patuduhon ulaon dohot tohonanna;” Apostel ni Kristus Jesus
“ marhite na rade paingothon dohot mangajari bangso Jahudi na so
manghangoluhon panjouon parjolo i, dohot na so manghangoluhon
parsunaton i. Apostel Paulus manghalashon halak Yunani na berpikir
positif, natarsunat dibagasan haporseaon tu Jesus Kritus. Laos songon i
do hita angka parbarita na uli di partingkian na mangadopi pangontak ni
covid 19 on, naeng tongtong patuduhon haringgason mamaritahon
Barita na uli i, dohot patuduhon haunduhon tu SOP ni protocol
pemerintah dohot prinsip kesehatan sian angka parhobas di hahipason.
Tujuanna ima, asa unang marisuang jamitanta, jala asa parjolo hita
patuduhon haunduhon dohot pangoloion tu pamarenta na marsahala,
dohot mangoloi angka suruanna ima; parhobas ni hahipason, asa taida
sisada tugas do hita mamorangi hararat ni covid 19 i. Jadi Tohonan i
dipatuduhon marhite ulaon panghobasion. Panghobasion patuduhon
5


Tohonan.
Sdr/…. Rasul Paulus memberikan pertanyaan berikut dan jawaban
sebagaimana terdapat di ay. 3 – 8.
Pertanyaan dan jawabannya dirangkum dalam satu penjelasan.Artinya,
kalaupun ada diantara bangsa Yahudi yang tidak setia kepada Tuhan;
dengan mengabaikanhukum Tuhan, berbuat dosa, beribadah kepada ilah
lain, dengan tujuan agar bertambah tambah kasih setia Tuhan.Rasul
Paulus mengatakan; tidak benar pemahaman yang demikian. Selanjutnya
rasul Paulus mengatakan; Tuhan tetap setia kepada JanjiNya, mengasihi
orang bertobat, yang memaknai sunatnya, (sunat di dalam darah Yesus
Kristus) dan tetap setia menunggu pertobatan umat yang tak setia, serta
Setia menghukum setiap orang yang tetap melakukan yang jahat, (bnd.
Bilangan 14 : 17 – 18). Selanjutnya Paulus memberikan penjelasan atau
jawaban terhadap masalah tersebut. Bagi Gereja dan di masyarakat;
bertanya bagi seorang yang bodoh, adalah wajar untuk menambah
pengetahuan, sebagaimana motto filsuf Socrates.Akan tetapi bila orang
yang pintar, orang yang berpendidikan; bertanya dan memberikan kritik-
kritik yang tidak membangun, adalah tidak bagus.Ia bagaikan provokator
yang menyesatkan. Sebaiknyalah kita semua meneladani rasul Paulus,
memberi solusi di dalam berbagai masalah.Kalau kita tidak dapat
memberi solusi di dalam masalah tertentu, sebaiknyalah; diam, banyak
berdoa.Sikap seperti itu membuat kita, berguna, bermakna dan
memuliakan Tuhan.
4. Umat Tuhan yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Gereja masih
ditempatkan dan ditugaskan Tuhan di dunia ini, untuk bersaksi,
bersekutudan berdiakonia, untuk merespon Kesetiaan Tuhan.Walaupun
saat ini ketiga tugas ini harus dilaksanskandi rumah dan ke rumah, atau
harus jaga jarak satu sama lain,juga melalui media social,Sebagai gereja
yang membangun persekutuan di saat ini, kita telah bersunat kepada
Kristus, oleh Baptisan kedalam kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus
( Roma 6 : 3 – 5 ). Oleh karena itu seharusnyalah gereja senantiasa
bersyukur dan taat melakukan hukum Tuhan sebagai wujud kesetiaan
kita kepada Allah. Namun demikian gereja harus menyadari Di satu sisi;
perbedaan dan keistimewaan yang dikaruniakan Tuhan harus disyukuri
dan dimanfaatkan untuk membangun sesama. Kini saatnya kita
meneladani kasih dan pengorbanan yang dibuat oleh Tuhan Yesus, agar
orang-orang yang merasakan berkat Tuhan, termotivasi membantu
program Gereja HKBP Distrik XXV Jambi, agar menjadi donateur di
Program Posko Kepedulian Kemanusiaan. Di sisi lain anggota jemaat
yang berkekurangan karena dampak Pandemik covis 19, sebagai
6


penerima bantuan, tidak merasa kecil hati, melainkan bersyukur dan
memuliakan Tuhan. Sebaiknya kita harus menghayati pesan rasul
Paulus di Pilippi 2 : 3 b,; Sebaiknya, hendaklah dengan rendah hati yang
seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.
Selanjutnya; Simbol simbol agama yang dimiliki ( Baptisan percikan dan
baptisan selam) tidak perlu dipertentangkan. Akan tetapi semua gereja
harus ,mengakui tidak boleh baptis ulang, karena baptisan adalah satu
(bnd. Efesus 4 : 5 ).
Kini, bangsa dan Negara kita Republik Indonesia bersama 213 bangsa di
dunia inii, masih memerangi penularan covid 19, oleh karena itu, kita
harus mengambil sikap; tidak perlu mengedepan status kedudukan, dan
simbol keagamaan, dan tidak perlu untuk saling merendahkan dan
memandang hina terhadap yang lain, Mari melihat sesama manusia
adalah sama-sama ciptaan Allah, samasama dikasi Tuhan; untuk saling
menghormati, saling membangun, saling mengasihi sesama manusia
untuk memutus mata rantai covid 19, karena kita telah merasakan Kasih
Setia Tuhan.Bersatu di dalam ideologi Pancasila harus harga mati.
Bersatu di dalam prinsip bertoleransi agama, harus harga mati ! Bersatu
dalam tindakan memerangi covid 19, harus.!!tetapi jaga jarak di dalam
interaksi social. Tentu, kita merindukan, Indonesia, menjadi Negara dan
bangsa yang bebas covid 19, Negara dan bangsa Indonesia yang jaya.
Dengan sikap yang demikian, bangsa kita memuliakan TUHAN. Kita
mendambakan, bumi ini memuliakan TUHAN, dengan cara apa
??Sayangilah alam, pelihara kebersihan diri dan lingkungan. Amin sdr/i
ku ? Imanilah, Aminilah, Amin.
15 Bernyanyi KJ. No. 445 : 1-2 “Harap Akan Tuhan” (Persembahan)
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan dalam susahmu. Jangan
resah, tabah berserah, kar'na habis malam pagi merekah.
Dalam derita dan kemelut Tuhan yang setia, Penolongmu!
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan dalam susahmu.
Walau sendu, hatimu remuk, Tuhan mengatasi tiap kemelut.
Ya Tuhan, tolong ‘ku yang lemah: setiaMu kokoh selamanya!
16 Doa Penutup – Doa Bapa Kami – Amin Amin Amin





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Kebaktian Keluarga

Partangiangan 31 Maret 2020