Tata ibadah 19 April 2020
TATA IBADAH
MINGGU QUASIMODOGENITI
Tanggal 19 April 2020
Thema :
“ JIWAKU HAUS KEPADA ALLAH”
HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN
HKBP DISTRIK XXV JAMBI
1
Keterangan : Alkitab – Bibelnya agar di persiapkan terlebih dahulu.
Saat Teduh :
1. Marende BE. No 18 : 1 – 2 “ UNGKAP BAHAL NA UMMULI “
1. Ungkap bahal na umuli, bagas ni Debatangki.
Ai tusi do au naeng muli, ganup jumpang Minggu i.
Hulului do disi, bohi ni Debatangki.
BL. 84.
2. Nunga ro au, o Tuhanku, ro ma Ho tu au muse.
Ai di bagas ingananMu, las ni roha do sude.
Sai bongoti rohangkon, baen ma JoroMi dison.
02. Votum – Introitus – Doa.
L : Di dalam nama Allah Bapa, dan AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh
Kudus yang menciptakan langit dan bumi,
J : A m i n.
L : Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan
air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu
bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah
mengecap kebaikan Tuhan. Haleluya...
J : ( Menyanyikan : Haleluya......Haleluya.....Haleluya.....)
L : Marilah kita berdoa :
Ya Tuhan Allah yang Maha Pengasih! FirmanMu mengatakan bahwa kami
menderita dan mati bersama-sama dengan Anak-Mu Yesus Kristus Tuhan
kami, supaya kami bersama dengan Dia di dalam kemuliaan. Ajarlah kami
menuruti kehendakMu, teguh dalam iman serta penuh pengharapan akan
kebangkitan dan kemuliaan yang kelak Tuhan berikan kepada orang yang
percaya padaMu. A m i n.
03. Marende BE. No. 557 : 1.
“ Dao Dumenggan “
1. Dao dumenggan, asi ni rohaM.
Dao ummarga sian ngolungkon.
Sai pujionku ma Ho Tuhanku,
Dao ummarga, asi ni rohaM.
2
04. Hukum Taurat :
L : Marilah kita mendengarkan Hukum Tuhan yang diambil dari Hukum
Taurat ke IV dan Artinya. “ Ingat dan sucikanlah hari yang dikuduskan
itu. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam enam hari; tetapi pada
hari yang ketujuh ialah Sabbat bagi Allah Tuhanmu. Engkau tidak
boleh bekerja pada hari itu, juga anakmu laki-laki atau perempuan,
pembantumu laki-laki atau perempuan, ternakmu atau orang lain
yang berada di tempat kediamanmu. Sebab Allah menciptakan langit
dan bumi dan segala isinya di dalam enam hari. Kemudian Ia
beristirahat pada hari yang ke tujuh. Itulah sebabnya Allah
memberkati hari itu dan menguduskannya. Maksudnya adalah : Kita
harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan menganggap
rendah akan ajaran dan firman Allah; hendaklah kita menganggap itu
kudus, hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya dengan
gembira. Demikian hukum Tuhan.
Marilah kita bersama-sama memohon kekuatan kepada Tuhan
untuk melakukan hukumNya.
J : Ya Tuhan Allah, Kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan
hukumMu, Amin.
05. Marende BE. No. 179 : 1 – 2 “ ADONG DO SADA MUAL “ BL.20
1. Adong do sada mual i, di na mardosa i Mansai denggan do mual i
pasonang rohangki
2. Aek mual na badia i, ima di Jesus i. Disesa do tihasta i, dibuat arsak i.
06. Pengakuan dan Doa Pengampunan Dosa
L : Marilah kita merendahkan diri kita untuk mengaku dosa kita
Marilah kita berdoa :
Ya Tuhan Allah Bapa kami yang MahaKuasa. Kami berseru dan
memanggil namaMu karena kami susah dan gelisah mengingat segala
dosa dan kejahatan kami. Kasihanilah kami orang yang berdosa ini.
Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah datang ke dunia menjadi
manusia, mati dan bangkit kembali serta naik ke Sorga untuk
membela dan menyelamatkan kami. Kasihani dan kuatkanlah iman
kami untuk bersyukur kepadaMu. Ya Roh Kudus penghibur orang
yang berduka. Sembuhkanlah segala penyakit dan penderitaan kami
karena dosa. Tinggalah bersama kami agar kami senantiasa
3
bergembira dan pednuh gairah melakukankehendakMu. Engkaulah
sumber pengasihan dan pengampunan, janganlah lupakan kami ini ya
Allah, Bapa, Anak dan Roh Kudus. A m i n.
------------------- saat teduh -----------------
L : Marilah kita mendengar janji Tuhan tentang pengampunan dosa kita :
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang,
tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu, dan perjanjian
damaiKu tidak akan bergoyang, Firman Tuhan yang mengasihi engkau.
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi.
J : A m i n.
07. Marende BE. No. 434 : 1 “ Tuhan Jesus bereng au..”
BL. 388.
1. Tuhan Jesus bereng au dison, ro ma au marsomba tu joloM. Mansai
leleng au manjua Ndang tar bahen au martua. Dilului Ho, ale Tuhan,
au, di I hut hon Ho au tu na dao
Naung dapotan au di Ho, Tuhan, dison do au.
Sae dosangku dibaen Tuhanki, monang au dibaen mudarNa i.
Gogo do dilehon Tuhanki di au, di au.
08. Epistel
L : Marilah kita mendengar Firman Tuhan yang ditetapkan untuk Minggu
ini, diambil dari 1 Petrus 2, di mulai dari ayat yang pertama sampai
dengan ayat yang ke lima. Mari kita baca secara responsoria.
L : (Di akhir pembacaan) Doa : Berbahagialah orang yang mendengar
Firman Allah serta memeliharan Nya, Amin.”
09.Marende BE. No. 715 : 1 BE.715
Balga do holongMi
1. Balga do holongMi sitobus au Ai nunga mate Ho humophop au
Hulehon ma tu Ho saluhut ngolungki. Sai I ma padanki tu Tuhanki.
10. Pengakuan Iman.
L : Marilah kita bersama-sama mengaku iman percaya kita, sebagaimana
teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita sama-sama
mengucapkannya :
L+J : Aku percaya kepada Allah Bapa yang Maha Kuasa, yang menciptakan
langit dan bumi.
4
Aku percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, Tuhan
kita, yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari dara Maria, yang
menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati
dan dikuburkan, turun dalam kerajaan maut pada hari yang ketiga
bangkit pula dari antara orang mati, naik ke Sorga, duduk di sebelah
kanan Allah, Bapak yang Mahakuasa, dan akan turun dari Surga untuk
menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus, satu gereja Kristen yang Kudus,
persekutuan orang-orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan
daging dan kehidupan yang kekal,Amin.
11. Warta Jemaat / Pengumuman
12. Bernyanyi BE. No. 232 : 1 – 2 “Sian sude parulian na arga “ BL. 116.
1. Sian sude parulian na arga Sada huboto hutiop tongtong
Jesus Tuhanku Ho arta na arga Na mangatasi sudena antong
Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa Sai pangasahon ma bagabagaNa.
2. Naeng ho pistar ? Sai dapothon Tuhanmu Nasa na hurang sai boan tusi
Tu pamodaiNa paunduk rohaMu Asa tiur sasude bogasMi
Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa Sai pangasahon ma bagabagaNa.
13. Khotbah : Mazmur 42 : 1 – 6.
L : Marilah kita berdoa menyerahkan hati dan pikiran kita untuk menerima
sapaan Firman Tuhan
Kita berdoa..................amin. (dipimpin langsung) .
Firman Tuhan yang menjadi renungan / Kotbah pada kebaktian Minggu
Quasimodogeniti Diambil Kitab Mazmur Pasal empat puluh dua di mulai dari
ayat pertama sampai dengan ayatnya yang keenam,.... demikian firman
Tuhan.... (dibacakan):
Bapa/ibu/saudara/i jemaat yang di berkati dan di kasihi Allah di dalam
Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kita. Diantara dua kalimat ini jika diminta
untuk memilih manakah kira-kira yang kita pilih. Yang pertama 1). Lapanglah
perasaan saya Jika pergumulan hidup saya sudah selesai. Atau yang kedua 2).
Bisa selesai pergumulan saya jika lapang perasaan hidup saya. Diantara dua
kalimat ini saya kira lebih banyak kita yang memilih kalimat pertama. Bukanlah
dalam persoalan bagaimana bentuk kondisinya. Sudah menjadi sifat mendasar
dalam kehidupan manusia bahwa pergumulan, penderitaan, cobaan sering/acap
5
kali dipakai menjadi alasan bebarapa orang untuk menghindari dirinya dari
kewajiban-kewajibannya. Secara khusus dalam hidup bergereja. Yang mana
kewajiban tersebut dianggap justru menambah berat pergumulan, penderitaan
dan cobaan yang sedang dihadapinya.
Pernah pada suatu waktu, kami mendengar suatu jawaban seorang ibu
warga jemaat gereja, tentang mengapa si ibu semakin malas mengikuti kegiatan-
kegiatan kegerejaan khususnya ibadah Minggu.
Dengan entengnya sang ibu menjawab,” Ya.....bagaimanalah pak Pendeta,
namanya juga mencari kebutuhan hidup setiap hari. Memang kalau disimak lebih
dalam jawaban si ibu ini bisa kita asumsikan, bahwa dengan kesulitan mencari
nafkah hidup sehari-hari lantas menjadi alasan; bisa terlambat, tidak sempat atau
tidak mau untuk datang kegeraja? Dan bisa saja dengan “hitungan metode
pemasarannya” yang di pakai si ibu itu, bisa jadi ke gereja justru menambah
beban. Kalau hidup sudah susah mengapa ditambah lagi dengan harus rajin ke
gereja? Mungkin itu juga yang ada di hati si ibu.
Firman Tuhan pada perikop kotbah ini mau memperlihatkan akan
kerinduan peMazmur yang senantiasa merasa haus dan selalu rindu untuk
beribadah, berdiam di bait Kudus Allah. Kehausan dan kerinduannya akan
persekutuannya dengan Tuhan, ia gambarkan ibarat Rusa yang begitu merasa
haus akan sumber air. Rasa haus yang harus benar-benar di cari obatnya, yaitu
air yang dapat di minum dan memberikan kelegaan. Karena jika rasa haus Rusa
itu tidak segera terobati, maka Rusa itu dapat dengan cepat akan mati, karena
tidak tahan lama dalam kehausannya. Jelas dengan kasus ibu di atas tadi menjadi
berbanding terbalik. Si ibu justru meninggalkan persekutuan ibadah minggunya
karena beban kehidupan. Yang menjadi pertanyaan bag kita adalah,” Mengapa
bisa tumbuh perasaan yang begitu dalam di rasakan peMazmur ini? Dan
bagaimana kita juga mampu merasakan apa yang seperti peMazmur ini rasakan?
Bapak/Ibu/Sdr/i....Hal ini terjadi di dalam kehidupan peMazmur, karena
sangat jelas di dalam hati, perasaan dan jiwanya mengaku hanya Allah saja yang
ia percayai. Ia tidak mau percaya kepada usaha-usaha yang ia lakukan. Apapun
yang ia lakukan uuntuk melepaskan dirinya dari pergumulan dan beban hidup
tidak akan ada artinya jika bukan Allah yang memampukannya. Hanya Allah saja
yang ia percaya, ia yakini mampu membebaskan setiap pergumulan, beban
hidupnya. Karena itulah, ia tidak mampu berada jauh dari Allah. Ia tidak mampu
untuk melepaskan dirinya dari persekutuannya dengan Allah. Bapak, Ibu
alangkah indahnya jika kebiasaan pola hidup peMazmur ini hidup di dalam
kehidupan iman kita.
Karena itu kita mau diajak untuk melihat, bahwa yang pertama, kalaupun
harus di perhadapkan oleh pergumulan, tertekan karena gejolak kehidupan
harus mampu untuk jujur. Berkata jujur pada diri sendiri (Ayat 6a),” Mengapa
engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Pertanyaan ini muncul
6
yang di dasari dari rasa kesadaran penuh. Seperti kesadaran seseorang ketika
menginjak sebuah duri yang menusuk di kakinya. Sadar untuk mencari jalan
tercepat agar dapat dengan segera mengobati kakinya.
Yang kedua, lanjutan dari pernyataan di atas yaitu bagaimana kita
menjawab pertanyaan tersebut seperti jawaban peMazmur, “Berharaplah
kepada Allah, sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya penolongku dan Allahku
(ayat 6b).”
Dan yang ketiga, bagaimana agar kita mampu tetap hidup di dalam
pengharapan. Pengharapan dengan senantiasa mampu mengingat waktu yang
sudah lewat. Yaitu bagaimana Allah senantiasa memelihara hidup kita, walau
cobaan datang, pergumulan, tekanan kesedihan, dan malapetaka mampu kita
hadapi dan lalui. Dengan mengingat hal tersebut kita senantasa memiliki
pengharapan bahwa Tuhan Allah senantiasa memelihara kita. Allah mengenal
dan tahu akan kemampuan kita. (Band.1 Kor.10:13). Bagaimana Allah juga yang
telah memelihara hidup kita mulai dari masa kanak-kanak. Jelas peMazmur
mampu mengingat semua kenangan manisnya itu bersama Allah. Ketika
bersama-sama teman sebayanya, para orang tua bersama-sama memasuki bait
Kudus Allah menyuarakan kidung puji-pujian.
Bapak/Ibu/Sdr/i....yang di berkati Tuhan. Minggu Quasimodogeniti
mengajak kita untuk mampu mengingat keselamatan dan kelepasan yang telah
Alllah berikan di dalam Yesus Kristus yang telah mati di salibkan dan bangkit
kembali dari antara orang mati. Sudah selayaknya peristiwa salib semakin
menyadarkan kita akan kebaikan Allah. Bahwa dengan peristiwa salib kita telah
menerima hidup baru. Itu bukanlah jerih payah, usaha dan buah dari doa-doa.
Tetapi murni merupakan bukti cinta kasih Allah kepada umat manusia. Yesus
telah menanggung penderitaan, sengsara bahkan sampai kematianNya di kayu
salib. Itu demi kau dan aku. Agar setiap orang yang percaya tidak binasa
melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kita juga sudah dihantar firman Tuhan ayat minggu i (Epistel),
memberitahukan kepada kita bagaimana seharusnya sikap kita untuk membuka
persekutuan yang baru dengan Allah. Sikap seperti seorang bayi, yang selalu haus
akan susu yang layak. Oleh karenanya, janganlah beban hidupmu, pergumulan
dan segala bentuk tekanan kehidupan membuat kita semakin jauh dari Allah.
Tetapi sebaliknya senantiasa membuat kita merasa haus, ketika kita tidak
dengar-dengaran akan firmanNya. Kita merasa ada yang hilang jika tidak ada lagi
waktu untuk bersektu denganNya. Karena Allah kita adalah “Allah yang Hidup”.
Allah yang hidup yang menggambarkan bahwa Allah adalah Pribadi yang hidup
yang berbeda dengan ilah-ilah yang mati, yang juga menawarkan diri sebagai
sumber kehidupan dari segala sesuatu. Allah tahu apa yang sedang kita hadapi
dan alami di dalam setiap pergumulan hidup kita. Meskipun dengan berharap
kepada Allah tidak serta merta pergumulan kita selesai, penyakit pademi Covid
7
19 selesai. Tetapi tetap ada optimisme untuk menjalani kehidupan ini di dalam
suka cita (Pilipi 4:4; band. Pilipi 4 : 13).
Berharap kepada Tuhan, adalah menuntun kita menjalani hidup ini di dalam
terang FirmanNya. ( Mazmur 119 : 105). Tuhan Memberkati. A m i n.
L : Ditutup dengan doa
14. Bernyanyi BE No.357:1–2 AI BEASA DI BALIAN ?BL.177
(Mengumpulkan Persembahan)
1. Songon ursa na binuru Mauas di aek tabar i
Songon i do au mangido Naeng solhot tu Tuhanki.
Holan Ho, Debatangki do huhauashon i
Ai andigan idaonku BohiMi ale Tuhanku
2. Iluilu ni matangku Do hupangan sai tongtong
Ala sai didok musungku Tung di dia Debatam ?
Jala maras rohangki Mingot parmasuhonki
Ro di girgir ni endengku Lao tu joro ni Tuhanku.
15. Doa Penutup – Doa Bapa kami – Amin,....Amin,.....Amin.
----------------&&&&&&&&------------------
Selamat Hari Minggu
Bagi seluruh Jemaat Tuhan yang terkasih,
Tuhan YESUS Memberkati
S Y A L L O M
8
Komentar
Posting Komentar